Rabu, 07 Oktober 2015

Peringatan Harkitnas, Solmadapar Tuntut Kalbar Menjadi Otonomi Khusus



mimbaruntan.com, Universitas Tanjungpura—Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) berdmonstrasi di Bundaran Digulist Untan pada 20 Mei 2015. Dalam aksi tersebut selain untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), mereka juga menuntut supaya Kalbar mendapat otonomi khusus.
“Kalbar merupakan provinsi ke-4 terbesar yang potensial, baik dari SDA, mayarakat yang beragam, potensi wisata dan berbatasan langsung dengan negara Malyasia, tetapi mengapa kalbar saat ini jauh dari yang kita harapkan” ungkap Hidayat selaku Humas Solmadapar.
Dia menyesalkan bahwa untuk saat ini Kalbar tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, karena masih banyak kekurangan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh masyarakat, “kami sangat kecewa dengan pemerintah, bisa kita lihat potensi Kalbar namun dana APBD yang diberikan dari tahun ke tahun hanya berkisar 2-4 Triliun saja, jauh dibandingkan provinsi-provinsi lain,” pungkasnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Bagus selaku sekjen Solmadapar, jika permaslahan tersebut tidak di selesaikan maka dia hanya memberikan dua pilihan kalbar mendapat otonomi khusus atau memerdekaan.
“banyaknya persoalan serius seprti infrastrukutur, pendidikan, daerah perbatasan dan lain-lain yang masih belum terselesaikan, kita takutkan rakyat sudah jenuh dan saya yakin rakyat nantinya akan meminta kemerdekaan untuk Kalimantan Barat” ujar bagus
Aksi yang sempat diwarnai dengan bakar ban serta membentangkan spanduk 2X4 Meter sebanyak 2 helai bertuliskan “Gubernur Kentut” dan “Otonomi Khusus atau Merdeka” berlangsung damai.

Penulis : Riko Saputra

Mahasiswa Harus Menulis


mimbaruntan.com, Universitas Tanjungura-Puluhan mahasiswa Kabupaten Sambas yang berasal dari Asrama Mahasiswa Sultan Muhammad Tsafioedin, Asrama Mahasiswi Muare Ulakan, Gerakan Mahasiswa Sambas Peduli Pendidikan dan Asrama Untan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara pada kamis malam, (5/3/2015). 
Pelatihan yang bertemakan “Mahasiswa Menulis” dengan pemateri Dr. Aswandi bertujuan menciptakan mahasiswa pandai dalam menulis karya ilmiah maupun non-ilmiah.
Menurut Riko selaku PSDMA Asrama Pantai Utara, mahasiswa sekarang sangat jarang menulis padahal menulis itu sangat penting, “ketika mahasiswa hendak menyelesaikan pendidikannya pasti akan berhadapan dengan namanya menulis skripsi, maka dari sekarang sudah sepatutnya kita harus belajar” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mizan, semoga dengan diadakanya pelatihan tersebut, keahlian menulis manjadi semakin baik. “Pelatihan menulis yang di berikan oleh Pak Aswandi sangat bermanfaat sekali, banyak hal yang baru saya ketahui berkaitan dengan teknik dan cara menulis yang mudah” ujar Mizan selaku peserta.
Acara yang berlangsung selama dua jam dan diselingi diskusi berakhir dengan pembacaan doa. Aswandi selaku pemateri juga berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut harus ada tindak lanjutnya, “mahasiswa harus menulis, setelah pelatihan ini alangkah baiknya jika langsung di praktikan”tegasnya.

Reporter : Riko Saputra

Rabu, 29 Juli 2015

Penyuluhan Pertanian di Desa Sarang Burung Danau

Pantura News-Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) menggelar penyuluhan pertanian di desa sarang burung danau pada minggu pagi (12/7/2015). penyuluhan yang dimulai dari pukul 9 sampai 11 di hadiri oleh Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian,Perikanan  dan Kelautan (BK4PK) Kabupaten Sambas, Kepala Desa Sarang Burung Danau, kelompok tani  dan  masyarakat.
Firman selaku ketua panitia bahwa penyuluhan pertanian sangat perlu dilakukan. Dia berharap dengan adanya penyuluhan pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Sambas.  “mudahannya dengan diadakannya penyuluhan ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan diterapkan oleh masyarakat terkait saran dan masukan yang diberikan oleh narasumber dari BK4PK Kabupaten Sambas”tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan sudah berjalan baik dan masyarakat selaku peserta juga sudah  proaktif dalam jalannya penyuluhan tersebut “ walaupun kegiatannya sempat molor dari yang ditentukan namun masyarakat tetap antusias dan ketika jalannya acara masyarakat juga sangat aktif dalam berdiskusi” tegas firman
Aacara yang dilaksanakan dikantor Desa Sarang Burung Danau tersebut juga di sambut baik oleh Kepala Desa ,Hambali, Dia mengatakan bahwa penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terkait masalah ketahanan pangan di desa sarang burung danau kecamatan jawai” kami sangat menyambut baik kegitan tersebut, dan mudah-mudahan khusus didesa kami hasil pertanian semakin baik. ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Sumarno selaku pemateri sekligus penyuluh pertanian, bahwa bertani itu sangat penting dan lebih diperhitungkan.”dalam bertani memang harus diperhitungkan secara matang supaya hasil yang diharapkan juga memuaskan” pungkasnya.
Dalam pemamaparanya Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya selalu berdiskusi mengenai permasalahan pertanian dengan dinas terkait dan kelompok tani.


Sabtu, 23 Mei 2015

Desa Bogam, Sambas, Masih Pertahankan Budaya Leluhur Saat 1 Muharram

photo 00041 Desa Bogam, Sambas, Masih Pertahankan Budaya Leluhur Saat 1 Muharram 
Oleh 
Riko Saputra
Mimbaruntan.com, Sambas—Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1433 Hijriah bertepatan dengan hari Selasa (5 /11) ( kemarin) diperingati oleh seluruh masyarakat dengan berbagai cara tersendiri. Satu diantaranya adalah masyarakat Dusun Bogam Desa Sui Kumpai Kec. Teluk Keramat Kab. Sambas dalam memeriahkan penyambutan tahun baru Islam.  Mayarakat Dusun Bogam masih kental dengan adat budaya yang khas yaitu dengan cara berkunjung dari rumah kerumah warga untuk membacakan doa akhir dan awal tahun sekaligus untuk bersilaturahmi serta melakuakan bepapas  agar terjauhkan dari bala bahaya.
“Dalam peringatan 1 muharam kami masih menggunakan adat budaya kami seperti berkunjung dari rumah-kerumah untuk bersilaturahmi dan membaca doa awal tahun serta ada juga yang memapasi rumah warga sambil membacakan doa dan mantra,” ungkap Salim warga dusun bogam saat dihubungi Via Telpon.
Menurut Salim, pada acara ini setiap rumah juga mempunyai makanan berupa ketupat yang akan disuguhkan kepada para pembaca doa serta warga yang berkunjung ke rumahnya, ketupat ini merupakan lambang budaya melayu Sambas jadi hampir semua masyarakat harus menghidangkan ketupat. “Oleh karena itu kami menyebut satu Muharram adalah hari raya ketupat,” tambahnya.
Pelaksana peringatan 1 Muharram di Dusun Bogam bukan hanya diikuti dari kalangan orang dewasa, melaikan pada semua lapisan masyarakat yang umumnya laki-laki. Semua masyarakat berjalan dan berkunjung dari rumah kerumah warga dari awal dusun sampai ujung dusun. Peringatan 1 Muharram ini dimulai dari pukul 06.00 s/d pukul 11.00 WIB dan sorenya kadang dilanjutkan bersilaturahmi dari rumah kerumah oleh warga perempuan sesama perempuan dan sesama ibu-ibu rumah tangga. Pada hari tersebut warga setempat juga tidak dibolehkan pergi ke hutan atau ke kebun karna untuk memperingati atau menghormati hari 1 Muharram.

Selasa, 19 Mei 2015

AMKS PANTURA BAKTI KE MASYARAKAT

AMKS PANTURA BAKTI KE MASYARAKAT
Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) akan mengisisi bulan suci ramadhan dengan bakti ke masyarakat yakni muhibah ramadhan yang akan dilaksanakan pada 8-14 juli 2015 di  Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai. Kegiatan ini merupakan perwujudan satu diantara tri darma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Ini Dilaksanakan bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat,  untuk  memberikan konstribusi pemikiran kepada masyarakat serta sebagai wadah pemersatu dan bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
Muhibah ramadhan merupakan agenda rutin asrama Pantura, setiap tahunnya dilakukan di berbagai desa yang terdapat di Kabupaten Sambas. Adapun yang dilakukan dalam muhibah ini yakni: Kajian keislaman, anjangsana pendidikan seperti sosialisasi pendidikan dan pentingnya pendidikan, kuis ramadhan anak-anak dan taman pendidikan al-quran (TPQ), bakti sosial, penyuluhan pertanian, silaturahmi dan diskusi tentang Desa Sarang Burung Danau serta olah raga bersama masyarakat setampat. Dengan momen ini diharapkan masyarakat sadar arti pentingnya pendidikan bagi generasi muda, yangmana merupakan tulang punggung bangsa. Semoga dengan kegiatan ini nantinya pemuda tersebut akan lebih religius dan futuristik sehingga dapat terwujud pemuda berkarakter dan beretika.

Penulis:
PSDMA AMKS Pantura 2015
Riko Saputra.

Asrama Mahasiswa Kab. Sambas Silaturahmi ke Panti Asuhan


            Asrama mahasiswa kabupaten sambas yang ada di pontianak kemarin jam 08.00 sampai selesai mengadakan silaturahmi dan baksos di Yayasan Panti Asuhan Rumah Yatim Piatu Achmad Yani Pontianak yang berada di jl. Jend A. Yani No. 18. ( Minggu, 28/04/2013). Asrama yang turut dalam kegiatan ini adalah AMKS PANTAI UTARA, AMKS S.M. TSJAFIOEDDIN, dan AMKS MUARE ULAKAN. Kunjungan tersebut ialah rangkaian mempererat silaturahmi ke yayasan panti khusunya merupakan wujud kepedulian terhadap anak-anak yang sudah tidak mempunyai orangtuanya lagi, dan mempererat hubungan atau kekompakan sesama warga asrama mahasiswa kabupaten sambas yang ada di pontianak, serta berhubung kegiatan ini untuk memanfaatkan momentum program kerja tiga asrama.
            Dalam kegiatan ini pihak yayasan sangat mendukung. Bapak Zulfikli selaku yang mewakili yayasan memberikan kata sambutan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan tersebut.. “Beliau berteri makasih atas kunjungan dan sumbangan yang diberikan oleh asrama masasiswa kab sambas, karena masih mau peduli, dan menyisihkan waktu serta tenaga untuk panti asuhan ini” ungkap bapak Zulfikli. Anak-anak yang berada di panti juga menyambut dengan baik, dengan wajah yang ceria bercampur senyum menyambut kedatanangan kunjungan tersebut.
            Rangkaian kegiatan antara lain memberikan sumbangan berupa makana, pakaian layak pakai, bantuan dana dan membersihkan lingkungan yayasan panti asuhan. Canda tawapun  mewarnai kegiatan ini, yang membuat keaddan semakin bertambah akrab. Selesai baksos semua yanga ada dilingkungan panti tersebut bercanda gurau dan memakan-makanan ringan. Kegiatan  tersebut ditutup dan diabadikan dengan foto bersama dengan anak-anak panti asuhan serta warga asrama mahasiswa kab. Sambas 

Penulis
Riko Saputra
HUMAS ASRAMA MAHASISWA KAB. SAMBAS PANTAI UTARA 2013

Rabu, 22 April 2015

Jalan Teluk Keramat-Tekarang Menunggu Kebijakan Pemerintah

Jalan Teluk Keramat-Tekarang Kabupaten Sambas masih menunggu kebijakan pemerintah. Jalan yang sangat penting untuk menghubungkan beberapa desa keadaannya sangat memprihatinkan. Dari 28 km yang tampak rusak berat 9 km di antarnya, Dusun Bogam, Desa Lela, Desa Puringan dan Desa Sengawang.Kondisi ini sudah terjadi lebih dari lima tahun yang lalu tanpa ada perbaikan, hal inilah membuat warga sangat mengharapkan perbaikan jalan tersebut. Sudah seringkali warga mengeluhkan kondisi tersebut karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan beberapa desa.
            Warga juga resah karena kerusakan ruas jalan sangat mengganggu aktivitas warga.
Kerusakan yang sangat parah yaitu jika hujan sedikit saja maka ruas jalan akan becek, dan jika panas maka akan berdebu, selain itu sangat rawan kecelakaan. Banyak lubang-lubang  bertaburan di badan jalan, saat turun hujan lubang-lubang hampir satu badan jalan tergenang air sehingga banyak para pengendara sepeda motor sering terjatuh akibat terperosok di lubang itu.
            Pengguna jalan saat melintas sudah sulit memilih jalan yang bagus karena parahnya jalan dan sudah lama kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Banyak pengguna jalan, terutama sepeda motor yang mengeluh akibat kecelakaan terperosok masuk lubang jalan. Ini mengakibatkan setiap pengguna jalan yang melintas harus sangat hati-hati dan melambatkan laju kendaraannya untuk memilih jalan yang masih bisa dilewati.
Masyarakat yang bermukim di sekitar jalan juga sangat merasa tersiksa karena banyak debu yang mereka hirup jika cuaca panas, terutama kasian bagi pelajar yang sangat hati-hati ketika pergi ke sekolah, mereka harus berusaha keras dalam mejaga seragam mereka dari lumpur jalan. Banyak pelajar yang tidak jadi kesekolah karena terjatuh dan kotornya seragam mereka. Hal tersebut yang membuat siswa sangat malas ke sekolah jika terjadi hujan.
Kita tahu bahwa Jalan merupakan komponen utama yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sangat diharapkan jika pemerintah cepat tangap tentang hal ini. Sudah lama masyarakat mengharapkan pebaikan jalan tersebut karena ini merupakan jalan utama yang sering dilewati masyarakat.

Penulis
Riko Saputra

IMTEK (Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat)