mimbaruntan.com, Universitas Tanjungpura Pontianak—Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara menggelar diskusi tentang potret pertanian yang ada di Kabupaten Sambas pada Senin malam (27/4). Diskusi yang di isi oleh Dekan Fakultas Pertanian Untan, Dr. Ir. H Radian MS bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama mahasiswa dan membangkitkan semangat kepekaan mahasiswa terhadap berbagai permasalahan pertanian yang ada di Kabupaten Sambas.
“Alhamdulillah peserta yang hadir berjumlah 60 orang dan mudahannya dengan adanya diskusi ini, mahasiswa lebih peka terhadap permasalahan pertanian yangmana pertanian merupakan matapencaharian terbesar pada masyarakat Sambas ”ungkap Tuah Kurniawan selaku ketua Asrama.
Dr. Ir. H. Radian, MS ketika menyampaikan materi juga menegaskan bahwa sudah sepatutnya petani saat ini merubah pola pikir jika mau hasil pertaniannya lebih baik, “sekarang bertani masih dijadikan kebudayaan, bukan bertani yang bersifat ekonomis “ ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa permasalahan yang konkrit di Kabupaten Sambas adalah lahan yang tersedia sangat sedikit, “lahan kita tinggal sedikit, jadi stop penggunaan lahan untuk perusahaan sawit yang masuk” pungkasnya.
Reporter : Riko
Editor : Riko Saputra
Selasa, 20 Oktober 2015
PILKADA RAWAN PELANGGARAN, ASRAMA SAMBAS GELAR PENYULUHAN
Berita Pantura— Sebanyak 7 Kabupaten di Kalbar yakni Kab. Sambas, kab. Kapuas Hulu, Kab Sintang, Kab, Melawi, Kab Ketapang, dan Kab. Sekadau dan Kab Bengkayang akan menggelar pilkada secara serantak pada 9 Desember 2015 mendatang. Saat ini pelaksanaanya ternyata masih menuai banyak permasalahan seperti kurang optimalnya persiapan dan pengawasan dari pihak terkait.
Menanggapi hal tersebut maka Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) menggelar Penyuluhan Titik Rawan Pelanggaran Pilkada yang disampaikan oleh pematri Riko Saputra pada Senin 19 Oktober 2015. Riko mengatakan tujuan diadakannya penyuluhan tersebut supaya mahasiswa juga turut aktif dalam mengawasi jalannya pilkada dan dapat membantu masayarakat yang mungkin masih kurang mengerti dengan aturan pilkada. Mahasiswa juga sudah sepatutnya mengawal dalam memilih pemimpin yang Lugas, Bersih, Jujur dan adil.
“mahasiswa adalah agent of social control, jadi sudah sepatunya mengawasi jalannya pilkada, dan membantu masyarakat dalam mencari pemimpin yang LUBER dan JURDIL” ujar Riko yang pernah mengikuti Bmbingan Teknis bersama BAWASLU Provinsi Kalbar.
Saat penyuluhan berlangsung Riko sekaligus PSDMA Asrama Pantura juga memaparkan tahapan-tahapan titik rawan pelangaran aturan dan masalah dalam jalannya pilkada. Menurutnya terdapat 4 tahapan yakni:
1. Tahap Pendataan dan pemutahiran data pemilih
2. Tahap Kampanye
3. Tahap Proses Pemungutan Suara dan,
4. Tahap perhitungan suara.
“banyak sekali pelanggaran dan potensi konflik dalam pilkada, seperti pemilih belum cukup umur, pemilih fiktif, selain itu juga sering terdapat pelanggran dalam kampanye, proses pemungutan sura dan perhitungan suara yakni Money Politik, Black compaign, benturan fisik, pemasangan alat peraga kampanye dan netralitas PNS, TNI POLRI, jual beli surat suara, surat suara tidak dibagikan, surat suara illegal, pengelembungan surat suara setelah dihitung, manipulasi jumlah surat suara.” Tambahnya.
Setelah pemaparan titik rawan. Riko juga memaparkan peran dan fungsi mahasiswa serta masyarakat yakni harus selalu mengontrol jalannya pilkada. Dalam hal ini semua pihak yang terkait juga harus bertanggung jawab seperti KPPS, PPL, Panwaslu, KPU, Bawaslu, Mahasiswa dan perangkat desa serta masyarakat. Jika terjadi kesalahan dalam mengimput data pemilih dan terdapat pelanggaran sudah sepatutnya semua elemen dan lapisan tersebut harus melakukan perbaikan dengan mengecek secara berkala dan segera melaporkan ke Panwaslu.“jika terjadi kesalahan dan pelanggaran jalanna pilkada maka segera laporkan ke Panitia KPPS dan Panwaslu, karena itu memang sudah kewajibannya. Masyarakat atau kawan-kawan juga boleh melaporkan denga datang langsung ke kantor bawaslu Kabupaten atau boleh juga melapor langsung via telpon, sms maupun email yang tentunya harus disertai data dan bukti” tegas Riko.
Diakhir agenda penyuluhan tersebut Riko juga menghimbau kepada peserta yang berasal dari mahasiswa Asrama Sambas Pantura supaya selalu mensosialisasikan yang telah didapatkan kepada masyarakat “Apabila semua pihak berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pilkada, maka akan menyukseskan jalannya pilkada dan sesuai harapan” katanya.
Agenda yang dimulai dari pukul 20.00 sampai dengan 23.00 berjalan lancer dan mendapat apresiasi baik oleh mahasiswa asrama yang bejumlah lebih dari 20 orang.
Satu diantara beberapa mahasiswa juga antusias dalam mengikuti kegiana tersebut. Dira selaku peserta menhatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat “kegiatannya sangat bermanfaat, banyak diperoleh pengetahuan tentang jalannya pilkada dan semoga dapat menyukseskan jalannya pesta demokrasi mendatang” ujarnya di akhir kegitan.
Divisi PSDMA Asrama Pantura.
Senin, 19 Oktober 2015
Asrama Gelar Audiensi Terkait Kejelasan Dana
Belasan mahasiswa yang berasal dari asrama mahasiswa kabupaten sambas Pantai Utara, sultan Muhammad tsafioedin dan muare ulakan mendatangi kantor Bupati Kabupaten Sambas pada jumat pagi (13/3/2015). Kedatangan mahasiswa bertujuan untuk audiensi mengenai permasalah asrama dan situasi kondisi kabupaten sambas serta mempererat tali silaturahmi antara pemerintahan daerah (Pemda) kab. Sambas dengan mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa Di Pontianak.
“Kunjungan kami merupakan agenda rutin setiap tahunnya, selain untuk bersilaturahmi seperti mengenalkan kepengurusan baru dengan pemda, kami juga menanyakan terkait kebijakan dan dana mengenai kondisi asrama yang juga aset pemda.” Ungkap tuah selaku ketua Asrama Pantura
Dalam agenda yang dihadiri oleh wakil Bupati Sambas, Kabag Kesra dan Kabag umum juga menjelaskan bahwa dana perawatan aset pemda untuk tahun ini memang belum diketahui secara pasti berapa jumlah nominalnya, “kami tidak dapat memastikan anggaran tahun ini untuk perawatan aset seperti asrama, yang pasti kami selalu menganggarkan untuk pembayaran air dan listrik,” Ujar Rahmad yang mewakili Kabag Kesra.
Rahmat juga menegaskan mahasiswa harus tetap mengajukan proposal baik itu untuk perawatan aset, ataupun kegiatan mahasiswa, “Mahasiswa harus mengajukan proposal terlebih dahulu, seperti kegiatan harus setahun sebelumnya, nantinya akan dilihat dan di prioritaskan mana yang layak untuk dianggarkan, dalam catatan dana yang diberikan tidak sepenuhnya dengan kata lain dana yang seadanya menimbang yang mengajukan juga banyak.” Tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh wakil bupati, “ dana segar untuk personal memang tidak ada, yang ada memang untuk bayar air dan listrik yang disertai buktu pembayaran” tambah Pabali Musa
Agenda yang digelar di ruang rapat wakil bupati juga membahas mengenai mengenai beberapa masalah dan kasus yang terjadi di kabupaten Sambas. Wakil bupati kabupaten sambas Pabali musa menyampaikan ada tiga permasalahan yang sedang dhadapi kabupaten sambas terkait dengan Indek Pembangunan Manusia ( IPM) Kab. Sambas, “IPM sambas sangat rendah, yang pertama bahwa sambas menjadi peringkat tertinggi di kalbar tentang kasus kawin usia remaja dan cerai muda, yang kedua kasus pelecehan seksual pada ana juga tinggi , dan yang ketiga kasusbanyaknya remaja yang mengkonsumsi Narkoba.” Ungkap Wakil Bupati Sambas.
Dalam acara tersebut juga disinggung mengenai beberapa informasi yang harus diketahui masyarakat seperti informasi kegiatan mahasiswa, beasiswa dan transparansi APBD.
riko mengatakan beberapa informasi masih banyak belum diketahui “dalam acra ini saya mengharapkan untuk kedepannya agar mahasiswa asrama harus dilibatkan dalam Musrenbang ataupun transparansi APBD, supaya lebih jelas dan tidak ada kerancuan” tegas riko
Dia juga menambahkan karena selama ini kejelasan mengenai dana khususnya dana asrama, kegiatan mahasiswa dan informasi beasiswa masih kurang.
“Kunjungan kami merupakan agenda rutin setiap tahunnya, selain untuk bersilaturahmi seperti mengenalkan kepengurusan baru dengan pemda, kami juga menanyakan terkait kebijakan dan dana mengenai kondisi asrama yang juga aset pemda.” Ungkap tuah selaku ketua Asrama Pantura
Dalam agenda yang dihadiri oleh wakil Bupati Sambas, Kabag Kesra dan Kabag umum juga menjelaskan bahwa dana perawatan aset pemda untuk tahun ini memang belum diketahui secara pasti berapa jumlah nominalnya, “kami tidak dapat memastikan anggaran tahun ini untuk perawatan aset seperti asrama, yang pasti kami selalu menganggarkan untuk pembayaran air dan listrik,” Ujar Rahmad yang mewakili Kabag Kesra.
Rahmat juga menegaskan mahasiswa harus tetap mengajukan proposal baik itu untuk perawatan aset, ataupun kegiatan mahasiswa, “Mahasiswa harus mengajukan proposal terlebih dahulu, seperti kegiatan harus setahun sebelumnya, nantinya akan dilihat dan di prioritaskan mana yang layak untuk dianggarkan, dalam catatan dana yang diberikan tidak sepenuhnya dengan kata lain dana yang seadanya menimbang yang mengajukan juga banyak.” Tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh wakil bupati, “ dana segar untuk personal memang tidak ada, yang ada memang untuk bayar air dan listrik yang disertai buktu pembayaran” tambah Pabali Musa
Agenda yang digelar di ruang rapat wakil bupati juga membahas mengenai mengenai beberapa masalah dan kasus yang terjadi di kabupaten Sambas. Wakil bupati kabupaten sambas Pabali musa menyampaikan ada tiga permasalahan yang sedang dhadapi kabupaten sambas terkait dengan Indek Pembangunan Manusia ( IPM) Kab. Sambas, “IPM sambas sangat rendah, yang pertama bahwa sambas menjadi peringkat tertinggi di kalbar tentang kasus kawin usia remaja dan cerai muda, yang kedua kasus pelecehan seksual pada ana juga tinggi , dan yang ketiga kasusbanyaknya remaja yang mengkonsumsi Narkoba.” Ungkap Wakil Bupati Sambas.
Dalam acara tersebut juga disinggung mengenai beberapa informasi yang harus diketahui masyarakat seperti informasi kegiatan mahasiswa, beasiswa dan transparansi APBD.
riko mengatakan beberapa informasi masih banyak belum diketahui “dalam acra ini saya mengharapkan untuk kedepannya agar mahasiswa asrama harus dilibatkan dalam Musrenbang ataupun transparansi APBD, supaya lebih jelas dan tidak ada kerancuan” tegas riko
Dia juga menambahkan karena selama ini kejelasan mengenai dana khususnya dana asrama, kegiatan mahasiswa dan informasi beasiswa masih kurang.
Pentingnya Berorganisasi
Pantura.com. Asrama Mahasisa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) menggelar diskusi pada Kamis malam (15/10). Diskusi yang mengusung tema “Pentingnya Organisasi” oleh Presidan Mahasiswa Untan yakni Prima Yuliantoro merupakan program kerja dari Divisi PSDMA Asrama.Dalam sambutannya, Riko Saputra selaku Kepala Divisi PSDMA mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kerja divisi dalam mewujudkan visi dan misi asrama asrama pantura, “program asrama ialah menumbuh kembangkan potensi mahasiswa, nah satu diantaranya dengan diadakanya diskusi”ujarnya, (15/10).
Dia menambahkan, untuk tema organisasi yang dipilih sangat cocok bagi mahasiswa. Saat ini mahasiswa harus mengetahui manfaat dalam berorganisasi, “mahasiswa harus berorganisasi, sekarang saya menekankan kepada anggota asrama yang baru masuk supaya mereka mengatahui manfaat dari berorganisasi” tambah Riko.
Hal senada juga disampaikan oleh Prima selaku pematri. Menurutnya manusia tidak akan pernah terlepas dari berorganisasi dan sudah sepatutnya mahasiswa juga terlibat di dalam organisasi, “kita secara tidak langsung sudah berorganisasi, dari keluarga sampai negara, nah mahasiswa dari sekarang harus dudah belajar karena suatu saat mahasiswa atau pemudalah yang akan mengatur negara” tegasnya.
Prima juga mengaskan, semoga apa yang telah didiskusikan terkait organisasi harus dipraktikan yaitu dengan bergabung ke beberapa organisasi mahasiswa yang bermanfaat. “banyak sekali manfaat dari organisasi, contohnya bagaiman cara memanusiakan manusia dan mendewasakan diri, namun mahasiswa jangan terlena dengan organisasi”. pungkasnya.
Saat pelaksanaanya, diskusi tersebut sangat diapresisasi oleh mahasiwa. Beberapa mahasiswa juga terlihat aktif dalam mengajukan pertanyaan dalam berdiskusi. Diskusi yang dipimpin oleh moderator Dedi Muniardi dimulai dari pukul 20.00 sampai dengan 23.00 diakhiri denga penyerahan kenag-kenangan serta berfoto bersama.
Divisi PSDMA
Rabu, 07 Oktober 2015
Peringatan Harkitnas, Solmadapar Tuntut Kalbar Menjadi Otonomi Khusus
mimbaruntan.com, Universitas Tanjungpura—Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) berdmonstrasi di Bundaran Digulist Untan pada 20 Mei 2015. Dalam aksi tersebut selain untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), mereka juga menuntut supaya Kalbar mendapat otonomi khusus.
“Kalbar merupakan provinsi ke-4 terbesar yang potensial, baik dari SDA, mayarakat yang beragam, potensi wisata dan berbatasan langsung dengan negara Malyasia, tetapi mengapa kalbar saat ini jauh dari yang kita harapkan” ungkap Hidayat selaku Humas Solmadapar.
Dia menyesalkan bahwa untuk saat ini Kalbar tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, karena masih banyak kekurangan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh masyarakat, “kami sangat kecewa dengan pemerintah, bisa kita lihat potensi Kalbar namun dana APBD yang diberikan dari tahun ke tahun hanya berkisar 2-4 Triliun saja, jauh dibandingkan provinsi-provinsi lain,” pungkasnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Bagus selaku sekjen Solmadapar, jika permaslahan tersebut tidak di selesaikan maka dia hanya memberikan dua pilihan kalbar mendapat otonomi khusus atau memerdekaan.
“banyaknya persoalan serius seprti infrastrukutur, pendidikan, daerah perbatasan dan lain-lain yang masih belum terselesaikan, kita takutkan rakyat sudah jenuh dan saya yakin rakyat nantinya akan meminta kemerdekaan untuk Kalimantan Barat” ujar bagusAksi yang sempat diwarnai dengan bakar ban serta membentangkan spanduk 2X4 Meter sebanyak 2 helai bertuliskan “Gubernur Kentut” dan “Otonomi Khusus atau Merdeka” berlangsung damai.
Penulis : Riko Saputra
Mahasiswa Harus Menulis
mimbaruntan.com, Universitas Tanjungura-Puluhan mahasiswa Kabupaten Sambas yang berasal dari Asrama Mahasiswa Sultan Muhammad Tsafioedin, Asrama Mahasiswi Muare Ulakan, Gerakan Mahasiswa Sambas Peduli Pendidikan dan Asrama Untan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara pada kamis malam, (5/3/2015).
Pelatihan yang bertemakan “Mahasiswa Menulis” dengan pemateri Dr. Aswandi bertujuan menciptakan mahasiswa pandai dalam menulis karya ilmiah maupun non-ilmiah.
Menurut Riko selaku PSDMA Asrama Pantai Utara, mahasiswa sekarang sangat jarang menulis padahal menulis itu sangat penting, “ketika mahasiswa hendak menyelesaikan pendidikannya pasti akan berhadapan dengan namanya menulis skripsi, maka dari sekarang sudah sepatutnya kita harus belajar” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mizan, semoga dengan diadakanya pelatihan tersebut, keahlian menulis manjadi semakin baik. “Pelatihan menulis yang di berikan oleh Pak Aswandi sangat bermanfaat sekali, banyak hal yang baru saya ketahui berkaitan dengan teknik dan cara menulis yang mudah” ujar Mizan selaku peserta.
Acara yang berlangsung selama dua jam dan diselingi diskusi berakhir dengan pembacaan doa. Aswandi selaku pemateri juga berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut harus ada tindak lanjutnya, “mahasiswa harus menulis, setelah pelatihan ini alangkah baiknya jika langsung di praktikan”tegasnya.
Reporter : Riko Saputra
Rabu, 29 Juli 2015
Penyuluhan Pertanian di Desa Sarang Burung Danau
Pantura News-Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) menggelar penyuluhan pertanian di desa sarang burung danau pada minggu pagi (12/7/2015). penyuluhan yang dimulai dari pukul 9 sampai 11 di hadiri oleh Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kelautan (BK4PK) Kabupaten Sambas, Kepala Desa Sarang Burung Danau, kelompok tani dan masyarakat.
Firman selaku ketua panitia bahwa penyuluhan pertanian sangat perlu dilakukan. Dia berharap dengan adanya penyuluhan pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Sambas. “mudahannya dengan diadakannya penyuluhan ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan diterapkan oleh masyarakat terkait saran dan masukan yang diberikan oleh narasumber dari BK4PK Kabupaten Sambas”tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan sudah berjalan baik dan masyarakat selaku peserta juga sudah proaktif dalam jalannya penyuluhan tersebut “ walaupun kegiatannya sempat molor dari yang ditentukan namun masyarakat tetap antusias dan ketika jalannya acara masyarakat juga sangat aktif dalam berdiskusi” tegas firman
Aacara yang dilaksanakan dikantor Desa Sarang Burung Danau tersebut juga di sambut baik oleh Kepala Desa ,Hambali, Dia mengatakan bahwa penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terkait masalah ketahanan pangan di desa sarang burung danau kecamatan jawai” kami sangat menyambut baik kegitan tersebut, dan mudah-mudahan khusus didesa kami hasil pertanian semakin baik. ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Sumarno selaku pemateri sekligus penyuluh pertanian, bahwa bertani itu sangat penting dan lebih diperhitungkan.”dalam bertani memang harus diperhitungkan secara matang supaya hasil yang diharapkan juga memuaskan” pungkasnya.
Dalam pemamaparanya Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya selalu berdiskusi mengenai permasalahan pertanian dengan dinas terkait dan kelompok tani.
Firman selaku ketua panitia bahwa penyuluhan pertanian sangat perlu dilakukan. Dia berharap dengan adanya penyuluhan pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Sambas. “mudahannya dengan diadakannya penyuluhan ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan diterapkan oleh masyarakat terkait saran dan masukan yang diberikan oleh narasumber dari BK4PK Kabupaten Sambas”tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan sudah berjalan baik dan masyarakat selaku peserta juga sudah proaktif dalam jalannya penyuluhan tersebut “ walaupun kegiatannya sempat molor dari yang ditentukan namun masyarakat tetap antusias dan ketika jalannya acara masyarakat juga sangat aktif dalam berdiskusi” tegas firman
Aacara yang dilaksanakan dikantor Desa Sarang Burung Danau tersebut juga di sambut baik oleh Kepala Desa ,Hambali, Dia mengatakan bahwa penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terkait masalah ketahanan pangan di desa sarang burung danau kecamatan jawai” kami sangat menyambut baik kegitan tersebut, dan mudah-mudahan khusus didesa kami hasil pertanian semakin baik. ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Sumarno selaku pemateri sekligus penyuluh pertanian, bahwa bertani itu sangat penting dan lebih diperhitungkan.”dalam bertani memang harus diperhitungkan secara matang supaya hasil yang diharapkan juga memuaskan” pungkasnya.
Dalam pemamaparanya Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya selalu berdiskusi mengenai permasalahan pertanian dengan dinas terkait dan kelompok tani.
Langganan:
Postingan (Atom)


