Pantura News-Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) menggelar penyuluhan pertanian di desa sarang burung danau pada minggu pagi (12/7/2015). penyuluhan yang dimulai dari pukul 9 sampai 11 di hadiri oleh Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kelautan (BK4PK) Kabupaten Sambas, Kepala Desa Sarang Burung Danau, kelompok tani dan masyarakat.
Firman selaku ketua panitia bahwa penyuluhan pertanian sangat perlu dilakukan. Dia berharap dengan adanya penyuluhan pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Sambas. “mudahannya dengan diadakannya penyuluhan ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan diterapkan oleh masyarakat terkait saran dan masukan yang diberikan oleh narasumber dari BK4PK Kabupaten Sambas”tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan sudah berjalan baik dan masyarakat selaku peserta juga sudah proaktif dalam jalannya penyuluhan tersebut “ walaupun kegiatannya sempat molor dari yang ditentukan namun masyarakat tetap antusias dan ketika jalannya acara masyarakat juga sangat aktif dalam berdiskusi” tegas firman
Aacara yang dilaksanakan dikantor Desa Sarang Burung Danau tersebut juga di sambut baik oleh Kepala Desa ,Hambali, Dia mengatakan bahwa penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terkait masalah ketahanan pangan di desa sarang burung danau kecamatan jawai” kami sangat menyambut baik kegitan tersebut, dan mudah-mudahan khusus didesa kami hasil pertanian semakin baik. ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Sumarno selaku pemateri sekligus penyuluh pertanian, bahwa bertani itu sangat penting dan lebih diperhitungkan.”dalam bertani memang harus diperhitungkan secara matang supaya hasil yang diharapkan juga memuaskan” pungkasnya.
Dalam pemamaparanya Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya selalu berdiskusi mengenai permasalahan pertanian dengan dinas terkait dan kelompok tani.
Rabu, 29 Juli 2015
Sabtu, 23 Mei 2015
Desa Bogam, Sambas, Masih Pertahankan Budaya Leluhur Saat 1 Muharram
Oleh
Riko Saputra
Mimbaruntan.com, Sambas—Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1433 Hijriah bertepatan dengan hari Selasa (5 /11) ( kemarin) diperingati oleh seluruh masyarakat dengan berbagai cara tersendiri. Satu diantaranya adalah masyarakat Dusun Bogam Desa Sui Kumpai Kec. Teluk Keramat Kab. Sambas dalam memeriahkan penyambutan tahun baru Islam. Mayarakat Dusun Bogam masih kental dengan adat budaya yang khas yaitu dengan cara berkunjung dari rumah kerumah warga untuk membacakan doa akhir dan awal tahun sekaligus untuk bersilaturahmi serta melakuakan bepapas agar terjauhkan dari bala bahaya.“Dalam peringatan 1 muharam kami masih menggunakan adat budaya kami seperti berkunjung dari rumah-kerumah untuk bersilaturahmi dan membaca doa awal tahun serta ada juga yang memapasi rumah warga sambil membacakan doa dan mantra,” ungkap Salim warga dusun bogam saat dihubungi Via Telpon.
Menurut Salim, pada acara ini setiap rumah juga mempunyai makanan berupa ketupat yang akan disuguhkan kepada para pembaca doa serta warga yang berkunjung ke rumahnya, ketupat ini merupakan lambang budaya melayu Sambas jadi hampir semua masyarakat harus menghidangkan ketupat. “Oleh karena itu kami menyebut satu Muharram adalah hari raya ketupat,” tambahnya.
Pelaksana peringatan 1 Muharram di Dusun Bogam bukan hanya diikuti dari kalangan orang dewasa, melaikan pada semua lapisan masyarakat yang umumnya laki-laki. Semua masyarakat berjalan dan berkunjung dari rumah kerumah warga dari awal dusun sampai ujung dusun. Peringatan 1 Muharram ini dimulai dari pukul 06.00 s/d pukul 11.00 WIB dan sorenya kadang dilanjutkan bersilaturahmi dari rumah kerumah oleh warga perempuan sesama perempuan dan sesama ibu-ibu rumah tangga. Pada hari tersebut warga setempat juga tidak dibolehkan pergi ke hutan atau ke kebun karna untuk memperingati atau menghormati hari 1 Muharram.
Selasa, 19 Mei 2015
AMKS PANTURA BAKTI KE MASYARAKAT
Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara (AMKS PANTURA) akan mengisisi bulan suci ramadhan dengan bakti ke masyarakat yakni muhibah ramadhan yang akan dilaksanakan pada 8-14 juli 2015 di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai. Kegiatan ini merupakan perwujudan satu diantara tri darma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Ini Dilaksanakan bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat, untuk memberikan konstribusi pemikiran kepada masyarakat serta sebagai wadah pemersatu dan bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
Muhibah ramadhan merupakan agenda rutin asrama Pantura, setiap tahunnya dilakukan di berbagai desa yang terdapat di Kabupaten Sambas. Adapun yang dilakukan dalam muhibah ini yakni: Kajian keislaman, anjangsana pendidikan seperti sosialisasi pendidikan dan pentingnya pendidikan, kuis ramadhan anak-anak dan taman pendidikan al-quran (TPQ), bakti sosial, penyuluhan pertanian, silaturahmi dan diskusi tentang Desa Sarang Burung Danau serta olah raga bersama masyarakat setampat. Dengan momen ini diharapkan masyarakat sadar arti pentingnya pendidikan bagi generasi muda, yangmana merupakan tulang punggung bangsa. Semoga dengan kegiatan ini nantinya pemuda tersebut akan lebih religius dan futuristik sehingga dapat terwujud pemuda berkarakter dan beretika.
Penulis:
PSDMA AMKS Pantura 2015
Riko Saputra.
Asrama Mahasiswa Kab. Sambas Silaturahmi ke Panti Asuhan
Asrama mahasiswa kabupaten sambas yang ada di pontianak kemarin jam 08.00 sampai selesai mengadakan silaturahmi dan baksos di Yayasan Panti Asuhan Rumah Yatim Piatu Achmad Yani Pontianak yang berada di jl. Jend A. Yani No. 18. ( Minggu, 28/04/2013). Asrama yang turut dalam kegiatan ini adalah AMKS PANTAI UTARA, AMKS S.M. TSJAFIOEDDIN, dan AMKS MUARE ULAKAN. Kunjungan tersebut ialah rangkaian mempererat silaturahmi ke yayasan panti khusunya merupakan wujud kepedulian terhadap anak-anak yang sudah tidak mempunyai orangtuanya lagi, dan mempererat hubungan atau kekompakan sesama warga asrama mahasiswa kabupaten sambas yang ada di pontianak, serta berhubung kegiatan ini untuk memanfaatkan momentum program kerja tiga asrama.
Dalam kegiatan ini pihak yayasan sangat mendukung. Bapak Zulfikli selaku yang mewakili yayasan memberikan kata sambutan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan tersebut.. “Beliau berteri makasih atas kunjungan dan sumbangan yang diberikan oleh asrama masasiswa kab sambas, karena masih mau peduli, dan menyisihkan waktu serta tenaga untuk panti asuhan ini” ungkap bapak Zulfikli. Anak-anak yang berada di panti juga menyambut dengan baik, dengan wajah yang ceria bercampur senyum menyambut kedatanangan kunjungan tersebut.
Rangkaian kegiatan antara lain memberikan sumbangan berupa makana, pakaian layak pakai, bantuan dana dan membersihkan lingkungan yayasan panti asuhan. Canda tawapun mewarnai kegiatan ini, yang membuat keaddan semakin bertambah akrab. Selesai baksos semua yanga ada dilingkungan panti tersebut bercanda gurau dan memakan-makanan ringan. Kegiatan tersebut ditutup dan diabadikan dengan foto bersama dengan anak-anak panti asuhan serta warga asrama mahasiswa kab. Sambas
Penulis
Riko Saputra
HUMAS ASRAMA MAHASISWA KAB. SAMBAS PANTAI UTARA 2013
Rabu, 22 April 2015
Jalan Teluk Keramat-Tekarang Menunggu Kebijakan Pemerintah
Jalan Teluk Keramat-Tekarang Kabupaten Sambas masih menunggu kebijakan pemerintah. Jalan yang sangat penting untuk menghubungkan beberapa desa keadaannya sangat memprihatinkan. Dari 28 km yang tampak rusak berat 9 km di antarnya, Dusun Bogam, Desa Lela, Desa Puringan dan Desa Sengawang.Kondisi ini sudah terjadi lebih dari lima tahun yang lalu tanpa ada perbaikan, hal inilah membuat warga sangat mengharapkan perbaikan jalan tersebut. Sudah seringkali warga mengeluhkan kondisi tersebut karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan beberapa desa.
Warga juga resah karena kerusakan ruas jalan sangat mengganggu aktivitas warga.
Kerusakan yang sangat parah yaitu jika hujan sedikit saja maka ruas jalan akan becek, dan jika panas maka akan berdebu, selain itu sangat rawan kecelakaan. Banyak lubang-lubang bertaburan di badan jalan, saat turun hujan lubang-lubang hampir satu badan jalan tergenang air sehingga banyak para pengendara sepeda motor sering terjatuh akibat terperosok di lubang itu.
Kerusakan yang sangat parah yaitu jika hujan sedikit saja maka ruas jalan akan becek, dan jika panas maka akan berdebu, selain itu sangat rawan kecelakaan. Banyak lubang-lubang bertaburan di badan jalan, saat turun hujan lubang-lubang hampir satu badan jalan tergenang air sehingga banyak para pengendara sepeda motor sering terjatuh akibat terperosok di lubang itu.
Pengguna jalan saat melintas sudah sulit memilih jalan yang bagus karena parahnya jalan dan sudah lama kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Banyak pengguna jalan, terutama sepeda motor yang mengeluh akibat kecelakaan terperosok masuk lubang jalan. Ini mengakibatkan setiap pengguna jalan yang melintas harus sangat hati-hati dan melambatkan laju kendaraannya untuk memilih jalan yang masih bisa dilewati.
Masyarakat yang bermukim di sekitar jalan juga sangat merasa tersiksa karena banyak debu yang mereka hirup jika cuaca panas, terutama kasian bagi pelajar yang sangat hati-hati ketika pergi ke sekolah, mereka harus berusaha keras dalam mejaga seragam mereka dari lumpur jalan. Banyak pelajar yang tidak jadi kesekolah karena terjatuh dan kotornya seragam mereka. Hal tersebut yang membuat siswa sangat malas ke sekolah jika terjadi hujan.
Kita tahu bahwa Jalan merupakan komponen utama yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sangat diharapkan jika pemerintah cepat tangap tentang hal ini. Sudah lama masyarakat mengharapkan pebaikan jalan tersebut karena ini merupakan jalan utama yang sering dilewati masyarakat.
Penulis
Riko Saputra
IMTEK (Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat)
Kamis, 05 Maret 2015
Cerita LIsan Masyarakat Kabupaten Sambas "Datok Gulong Bidai"
![]() |
| Ilustrasi gambar dari republika.co.id |
selamat membaca...
Dalam Bahasa Sambas
DATOK GULONG BIDAI
Eee ndak salah pade tahun 1055 ade sebuah kerajaan di sambas yang bername Kerajaan Ratu sepudak, kerajaan iee berade di Kote Lamak. Kote lamak iye ade di Kec Galing, dalam kerajaan iye ade seorang datok ye yang sangat terkenal sekali yang urang barek bename datok Gulung Bidai. Datok gulong dapat gallar Gulung Bidai karne kerajaannye atau dalam bahasa indonesianye tugasnye pade zaman kerajaansuke suke menjamor duit raje dengan bidai atau belungkor. Nama Gulong Bidai iye sangat tekanal di tangah-tangah masyarakat Sambas.
Datok Gulong Bidai karjaannye adelah jadi bendahara kerajaan. Jadi ee selain kerajaannye menjage bantok duit raje yang tesimpan dengan hati-hati dan batol-batol, usah sampai duit raje jadi tagaran atau kelapokan. Nah Sehingge yang dikarjekan Datok Gulong Bidai malar menjamor duit raje. Karne pade zaman iye duit terbuat dari logam, mun disimpan dalam pati dalam waktu lama make duit iye akan lambab dan bekarat soalnye yang dipakai duit iye tolen-tolen.
Ade daerah talok yang sangat luas dan Talok iye bename Tandang yang mane berasalal dari kate bertandang atau bahasa indonesianye singgah nye kite iii. kapal-kapal yang nak melanjutkan pelayaran ke berbagai tampat di Sambas. Konon, Kotak Tandang sangat ramai urangnye dan wilayahnye pun sangat luas, Persinggahan kapal di talok iye membuat Kote tandang menjadi sangat ramai jadi mun ari malam lampu-lampu kapal yang bertandang di wialayah iye akan Nampak cahaye sinar lampu yang tarang-tarang, dari kejauhanpun sinar iye sangat jelas macam suasane kota.
Kembali agek I kite ke cerite datok Gulong. Datok Gulong bidai iye suke sekali bepagian dengan kapal, datok gulong suah tinggal di daerah Kote Tandang yang jaraknye beresebrangan dengan Kote Lama dan buat rumah singgah dan tinggal sementare waktu. Bahkan ketika datok gulong mati die dimakamkan di Kote Tandang. Karena pade mase dolok dipecaya mun makamkan jenazah urang ye harus menyebrangek sungai make arwah pun daan bise balik nyebrangek sungai.
Da’an jaoh dari makam Datok Gulong ade juak bangkai kapal yang udah tetimbun tanah. Sampai saat itok makam dan bangkai nye ye wee yang berade di tangah ume masyarakat yang doloknye Kote Tandang atau kinitok berade di Dusun Sekabau Dese Pangkalan Kuale Kecamatan Teluk Keramat dipecaya iye milik tok gulong. Nah Barang siape yang berani mengambek atau merusak bangkai kapal iye make akan sakit dan pade malam harinye urang iye daan bise tidok karne ketakutan dan ngelinsar.
Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia
DATOK GULONG BIDAI
Pada tahun 1055 terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Ratu Sepudak, kerajaan tersebut berada di Kote Lama Kecamatan Galing. Dalam kerajaan terdapat seorang datok yang terkenal bernama datok Gulong. Datok gulong mendapat gelar gulung bidai karena tugasnya pade zaman kerajaan selalu menjemur uang milik raja dengan menggunakan bidai atau belungkor (tikar yang terbuat dari ayaman daun). Nama Gulong Bidai tersebut sangat melegenda di tengah-tengah masyarakat Sambas.
Datok Gulong Bidai menjabat sebagai bendahara kerajaan. Jadi tugasnya selalu menjaga keadaan fisik uang-uang raja yang tesimpan dengan baik. Uang tersebut tidak boleh berkarat atau pun berjamur, sehingga yang dilakukan Datok Gulong Bidai selalu menjemur uang raja. Karena pade zaman dahulu semua uang terbuat dari logam, jika disimpan dalam peti dalam waktu yang lama maka uang akan lembab maka uang tersebut harus selalu dikeringkan dengan cara di jemur.
Ada suatu daerah teluk yang sangat luas dan dalam. Teluk tersebut benama Tandang yangmana berasal dari kata bertandang (singgah) kapal-kapal yang hendak melanjutkan pelayaran keberbagai tampat yang ade di Kabuapten Sambas. Konon, Kota Tandang mempunyai masyarakat yang sangat ramai dan mempunyai wilayah yang luass, Persinggahan kapal di taluk menjadikan Kota Tandang ramai penduduknya sehinga jika malam hari lampu-lampu kapal yang bertandang di wialayah tersebut akan tampak memberi kilauan yang bebinar-binar, dari kejauhan kilauan tersebut sangat jelas menampakan suasana kota.
Kembali lagi ke cerite Datok Gulong. Datok Gulong Bidai sangat suka berpagian dengan kapal, bahkan Datok Gulong pernah tinggal di daerah Kota Tandang yang jaraknya beresebrangan dengan kote lama sehingga membuat rumah singgah dan menetap untuk sementara waktu. Ketika Datok Gulong meninggal beliau dimakamkan di Kote Tandang. Karena pada zaman dahulu dipercaya jika memakamkan jenazah harus menyeberangi sungai maka arwah orang yang meninggal tidak bias pulang menyeberangi sungai.
Tidak jauh dari makam Datok Gulong terdapat juga bangkai kapal yang sudah tertimbun tanah. Sampai saat ini makam dan bangkai kapal yang berade di tangah ladang masyarakat setampat yang dulunya kote tandang atau atas sekarang berada di dusun Sekabau Desa Pangkalan Kuala Kecamatan teluk Keramat dipercaya milik datok gulong. Barang siapa yang berani mengambil atau merusak bangkai kapal tersebut maka akan sakit dan ketika malam hari orang tersebut tidak bisa tidur karene ketakutan dan gelisah.
Merasakan KL Monorel di Kuala Lumpur
Hai kawan-kawan. Ane mau berbagi sedikit pengalam ni sekaligus menceritakan yang dapat dikatan memalukan. Hehehehe. Pasti kawan-kawan penasaran seperti apa kisah memalukan ane. Sebenarnya ane juga sedikit malu sih menceritakannya tapi tidak apalah dari pada di pendam sendiri dalam hati yang jauh di lubuk yang paling dalam………..
Jadi langsung saja yaa. Simak ceritanya dan siapkan tisu untuk jaga-jaga kalau nanti kawan-kawan sedih. Pertanyaan nya….. cerita ini lucu atau sedih sih?. Hahahaha tenanglok ini ceritanya ngak meyedihkan. Ane cuma bercanda..
Cerita ini terjadi pada 9 Februari 2014 tepatnya hari Senin. Pada hari itu merupakan hari pertama ane dan teman-teman ane berada di Kota menara kembar atau yang kita kenal Kota Kuala Lumpur Malaysia. Kenapa tujuan kami kekuala lumpur ? kalau kawan-kawan pengen tau langsung saja kunjungi di postingan saya sebelumnya.
Kembali lagi ke topik awal, karena ane dengan rombongan seharian mengelilngi kota Kuala Lumpur, banyak tenaga yang di habiskan. Bayangkan kegiatan kami dari pukul 8 sampai pukul 7 malam ( waktu Malaysia yaa). Karena ane dan rombongan tidak pernah merasakan transportasi KL Monorel yang biasa hanya terdapat di Negara-negara maju. Mumpung berada di negara yang punya kendaraan tersebut Salah seorang Tour Guide dan seorang dosen pendamping mengajak ane dan teman-teman ane untuk mencoba merasakan KL Monorel. Dan yang diajak ni hanya kaum cowok saja, namun kaum cewek yang dengan gaya manja dan merengeknya merayu untuk ikut juga. Alasan dan pelobian antara kaum cewek dan tour guide mengenai apakah kaum cewek di bawak atau tidak pun terjadi. Akhirnya terdapat keputusan dari pendamping ane dan kawan ane “TERSERAHLAH” JENG.JENG.JENG kamera sedikit di zoom yaaaa. Hahaha jadi kayak di sinetron.
Dengan senang hati kaum cewek-cewek, ane, dan teman-teman ane, yang biasa ndak mandi di hotel akhirnya mandi awal, yang biasa slembe ehhh paling pertama nunggu di depan hotel karne ndak sabaran ingin cepat-cepat terbang menggunakan monorel. Yang lucunya lagi beberapa teman cewek ane menggunakan sandal cewek yang tinggi yang mungkin hampir sejengkal orang dewasa ( nggak juga kaleee ). Teman ane itu sebut saja Sipancus nggak tau kalau nanti pulangnya semua bakalan jalan kaki karna monorelnya udah ngak beroperasi lagi.
Jam pun menunjukan ke angka 09.30 akhirnya kami keluar dari hotel yang Bernama Happy Holiday dan kebetulan terminal Monorel tersebut tepat berada di depan hotel kami. Belasan mahasiswa bahkan puluhan kaleya….. berbondong-bondong mendatangi stasiun Bukit jamek, persis kayak mau demo atau tauran gitulah. Mungkin penjaga stasiunnya pun heran dan bahkan takut melihat kelakuan mahasiswa katro yang hingar bingar..
Akhirnya tepat di pembelian tiket. Pembelian tiketnya udah otomatis ya kawan-kawan alias menggunakan mesin. Kawan-kawan mungkin pasti tau gaya orang Indonesia? hayoo apa hayoooo….. Yups tepat sekali budaya antre Indonesia sangat tidak tertib. Depan mesinya, teman ane dan rombongan susah sekali dikontrol untung saja karna jam pada saat itu sudah termasuk larut malam jadi agak sepi. Cleng… koin yang dibeli dengan harga Rm 1.20 pun keluar dari mesin. Koin itu nanti akan di letakan di mesin scan untuk masukdan sebagai tiket untuk naik ke kendaraan monorelnya.
Ketika di tampat menunggu kendaraan monorel yang mirip dengan kereta api namun hanya dua gerbong saja, rombongan kami sangat ramai yang mana membuat orang disekeliling stasiun terheran-heran.
TLUNG datanglah kereta tersebut…. Baur….. semua orang berdesak-desakan masuk. Dalam perjalanan yang hanya beberapa menit ane dan teman ane pun berfoto ria, selfie dan ndak peduli dengan penumpang lainnya. Dan TLUNG sampailah di Stasiun Hangtuah. Tujuan kami sebenarnya ke daerah bukit Bintang namun harus melewati stasiun Hangtuah terlebih dahulu
Dari stasiun Hangtuah ke Bukit bintang sama sapaerti kami lakukam sebelumnya. Yang antre di mesin koin. Dorong-dorongan dan ugal-ugalan ketikan naik kerata. Tlung akhirnya sampai juga di Bukit Bintang yang katanya tempat center berkumpulnya para travel dunia. tempatnya ngak terlalu cantik sihh sama seperti tempat di daerah kita hanya saja perbedaannya disana hamper dipenuhi oleh wisatwan asing baik itu dari eropa, amerika, afrika dan asia.
Setelah berjalan kesana kemari. Akhirnya kami ingin pulang….. kejadian inilah yang ingin saya ceritakan dengan kawan-kawan. Kami semuanya tidak tahu jalan pulang. Dosen yang mendampingi dan tour guide juga lupa. Karena katanya udah lama nggak kesana.
Bolak kesana balik kesitu. Ngak nemu-nemu jlan pulang. Yang cewek tadi Sipancus udah kelelahan dan menyesal sudah ikut dngan kami.
Kawan-kawan pasti tau kalau kita tersesat kita perlu apa. ?..
( PETA) Yups benar lagi.
Ketahuan kan kalau kawan-kawan sering nonton dora the explorer. Kami bukan membawa peta yaa… hallo dsinikan udah modern, udah serba canggih kami menggunakan Google Maps. Dan akhirnya menemukan jalur pulang ke tempat kediaman kami.
Banyak sekali dalam perjalanan yang kami lakukan untuk menghibur diri ane dan teman-teman ane. Dari saling mengejek satu sama lain. Menyanyi, cerita-cerita. Jala yang seharusna tidak boleh dilalui malah tidak kami perdulikan. Kayak jadi pemberontak di Negara orang lain ni…untung nggak kena tangkap atau denda.
bahkan kami juga dikatakan oleh calok penumang atau kayak preman karena omongannya ngak kami tanggapi. Kami acuhkan saja seperti angin lalu, wajar saja sih dia marah karna niatnya mau membantu tapi nggak dianggap sama sekali. Salah orangnya juga sih cara membantunya ngak kena di hai kami…
ahhh udahlah dari pada ngomongin kejelakan orang itu mending kita lanjut lagi ceritanya.
Si Pancus pun tidak tahan akhirnya sandal yang di gunakannya hanya di jinjing alias berjlan dengn telapak Ayam. Setelah hamper 1 jamberjalan akhirnya kami sampai juga di hotel. Tampak sekali keringat, wajah kecapean, dan mengatakan kapok maok kayak gini lagi. Udah di bilang sih kalau bawak cewek yang berekspedisi dan travel susah ngurusnya. Tapi si cewek dan si Pancus masih ngeyel.
Akhirnya kamu pun sampai juga di hotel dan mandi lalu Tidur,,,
Udah dulu ya kawan-kawan ceritanya. Masih banyak cerita yang lain sekaligus memebrikan pengalaman
By….. Sampai Jumpa
Langganan:
Postingan (Atom)


